Sekilas Relief SUDHANA GANDAWYUHA


Selamat datang di Chandi Borobudur Selamat datang di Chandi Borobudur yang merupakan salah satu bangunan suci agama Buddha sebagai situs Warisan Budaya Dunia. Borobudur dan kawasannya mempunyai makna luhur dan bersejarah bagi masyarakat Indonesia, sehingga semua mata terkesima dengan kemegahan dan keindahan monumen ini. Chandi Borobudur dan kawasannya telah menarik antusiasme yang luar biasa dari para wisatawan, untuk berwisata dan mengunjungi bangunan ini lebih dekat.

Pemerintah telah menetapkan Chandi Borobudur sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan estetika tersendiri sebagai daya tarik wisata, serta menjadi destinasi wisata prioritas bagi wisatawan nusantara dan juga mancanegara. Menikmati wisata tematik Borobudur merupakan wujud apresiasi dan partisipasi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur Chandi Borobudur.

Pamong Carita yang ramah akan menemani dan memandu Anda untuk memberikan penjelasan dan narasi tentang Borobudur dan sekitarnya. Memperkenalkan 'Upanat', yaitu alas kaki khusus yang dikenakan ketika mengunjungi teras-teras melalui koridor dengan rangkaian galeri panel relief, menuju ke puncak teras atas berbentuk lingkaran dengan deretan stupa di Candi Borobudur.

Menelusuri narasi sejarah masa Jawa Kuno dan awal keberadaan Candi Borobudur. Mencari literatur mengenai keberadaan lingkungan sekitar candi ini. Pada kesempatan menyenangkan ini mengeksplorasi budaya leluhur Indonesia, dalam narasi wisata sejarah sekaligus belajar tentang kompleks Chandi Borobudur dan tiga candi Budha (Pawon, Mendut dan Ngawen).

Melangkah di Borobudur
Senang sekali dengan kunjungan wisatawan ke Borobudur, dan kini kita akan melangkah, mengunjungi dan mengagumi kemegahan dan keindahan salah satu situs warisan budaya dunia. Dibukanya kembali Borobudur menjadi kesempatan menarik untuk menggali beberapa sumber narasi dalam materi panduan wisata di Candi Borobudur.

Candi Budha Borobudur terletak di Borobudur, bagian dari kabupaten Magelang dan di provinsi Jawa Tengah. Perjalanan menuju lokasi Candi Borobudur kurang lebih berjarak 96 kilometer dari kota Semarang, 86 kilometer dari kota Surakarta, dan sekitar 40 kilometer dari kota Yogyakarta.

Dalam penuturan sejarah Borobudur disebutkan bahwa salah satu ukiran panel relief dari 160 panel yang diukir pada dinding kaki candi tersembunyi dalam teks Karmawibhangga, tentang persembahan alas kaki yang disebut 'Upanat', alas kaki khusus yang diberikan kepada Brahmana, guna memperoleh pahala dan kesejahteraan dalam hidup.

Relif dinding kaki candi dalam teks Karmawibhanggal 150, tentang persembahan alas kaki dengan nama 'Upanat', alas kaki yang dipersembahkan kepada Brahmana, agar mendapatkan pahala dan kemakmuran dalam kehidupan.

Memperkenalkan 'Upanat', yaitu alas kaki yang digunakan ketika mengunjungi terasering melalui koridor dengan galeri panel relief yang mengarah ke puncak melingkar dengan deretan stupa di Candi Borobudur.

Wisata dan kunjungan ini bertujuan untuk lebih mengenal Candi Borobudur, mempelajari sejarahnya, mengikuti wisata tematik serta mengagumi kemegahan dan keindahan arsitektur Borobudur, yang merupakan bentuk apresiasi belajar dan ikut serta dalam mengenal, memelihara dan melindungi situs warisan budaya dunia Chandi Borobudur, di Indonesia. Narasi sejarah dalam menelusuri keberadaan prasasti dalam sejarah peradaban Jawa Kuno dan sejarah kebudayaan Borobudur.

Lorong dinding relief cerita Borobudur

Salah satu lorong koridor dan galeri dinding berukir relief cerita Borobudur, dinding dan pagar langkan. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Pemerintah telah menetapkan Chandi Borobudur sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan estetika tersendiri sebagai daya tarik wisata, serta menjadi destinasi wisata prioritas bagi wisatawan nusantara dan juga mancanegara. Menikmati wisata tematik Borobudur merupakan wujud apresiasi dan partisipasi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur Chandi Borobudur.

Pamong Carita yang ramah akan menemani dan memandu Anda untuk memberikan penjelasan dan narasi tentang Borobudur dan sekitarnya. Memperkenalkan 'Upanat', yaitu alas kaki khusus yang dikenakan ketika mengunjungi teras-teras melalui koridor dengan rangkaian galeri panel relief, menuju ke puncak teras atas berbentuk lingkaran dengan deretan stupa di Candi Borobudur.

Sangat senang bertemu dengan wisata Borobudur, yang saat ini akan melangkah dan mengunjungi kemegahan dan keindahan Borobudur, yang merupakan salah satu situs warisan budaya dunia. Dibukanya kembali Borobudur merupakan kesempatan yang menyenangkan untuk menjelajahi beberapa narasi tentang keberadaan bangunan Borobudur dalam wisata tematik di Candi Borobudur. Pada kesempatan yang menyenangkan ini menjelajahi narasi tentang keberadaan Borobudur, mengetahui sejarah dan ukiran pahatan dinding utama relif yang diambil dari teks Gandawyuha yang bercerita tentang Sudhana.

Gandawyuha

Gandawyuha adalah penggambaran kisah yang diceritakan dalam bab terakhir dari Avatamsaka Sutra, kitab yang berisi tentang pengembaraan seorang pemuda bernama Sudhana yang penuh dengan semangat dan tak pernah kenal lelah dalam pencarian untuk mendapatkan Kebijaksanaan Sempurna Tertinggi.

Kisah seorang pemuda Sudana mencakup dua galeri (ketiga dan keempat) dan juga setengah dari galeri kedua, yang terdiri dari total 460 panel. Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2, adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana.

Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari. Tokoh utama, Sudhana pemuda, putra seorang saudagar yang sangat kaya, muncul di panel ke-16. 15 panel sebelumnya membentuk prolog cerita keajaiban selama samadhi Buddha di Taman Jeta di Sravasti.

Selama pencariannya, Sudhana mengunjungi tidak kurang dari tiga puluh guru, tetapi tidak satupun dari mereka yang dapat memuaskan sepenuhnya. Sudhana kemudian diinstruksikan oleh Manjusri untuk bertemu dengan biksu Megasri, di mana dia diberi doktrin pertama. Saat perjalanannya berlanjut, Sudhana bertemu dengan Supratisthita, tabib Megha (Roh Pengetahuan), bankir Muktaka, biksu Saradhvaja, upasika Asa (Semangat Pencerahan Tertinggi), Bhismottaranirghosa, Brahmana Jayosmayatna, Putri Maitrayani, biksu Sudarsana, anak laki-laki bernama Indriyesvara, upasika Prabhuta, bankir Ratnachuda, Raja Anala, dewa Siva Mahadeva, Ratu Maya, Bodhisattva Maitreya dan kemudian kembali ke Manjusri. Setiap pertemuan telah memberikan Sudhana sebuah doktrin, pengetahuan dan kebijaksanaan tertentu. Pertemuan-pertemuan ini ditampilkan di galeri ketiga.

Lima belas relief sebelumnya membentuk keajaiban yang dihasilkan oleh samadhi Buddha (meditasi terdalam) pada pertemuan seratus murid di Taman Jeta di Sravasti. Setibanya di tempat suci Vichitrasaladhvaya, orang-orang di kota itu berbondong-bondong keluar untuk mendengar Bodhisattva menggambarkan perbuatan luar biasa yang dilakukan oleh Sang Buddha. Setelah pertemuan singkat dengan Manjusri, Sudhana melanjutkan ke kediaman Bodhisattva Samantabhadra (galeri keempat Chandi Borobudur).

Sumber: Tehnik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide.

Selamat Datang di Borobudur
Sumber: Teknik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

POPULER DI BLOG INI
Mendapatkan lebih banyak narasi dan materi tentang Chandi Borobudur dalam Barabudur atau Borobudur, Candi Buddha Pusaka Budaya Indonesia.
Membaca lebih menyenangkan jelajahi narasi lebih detil dalam KEBUDAYAAN BOROBUDUR - BELAJAR DENGAN PEMANDU WISATA.
Membaca dalam bahasa inggris yang menyenangkan dan juga terkesan begitu menarik untuk diterjemahkan dalam bahasa yang mudah dan luwes, mendapatkan bacaan dengan detail dalam Welcome to Borobudur Temple, the fabric of life in the Buddhist culture.
Menjelajahi, mengagumi keindahan seni rupa dalam gambar dan foto dengan mengetik tautan detail dalam PHOTO IMAGE BOROBUDUR.



Comments

Popular Posts